THE 2019 INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION '21 CENTURY TEACHING SKILLS'

Penyerahan Cinderamata Plakat Batang Hari kepada Robert Lurie Penyerahan Cinderamata Plakat Batang Hari kepada Robert Lurie

Untuk menjawab tantangan Pendidikan 4.0 pada abad 21, MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Batanghari mengadakan Seminar Internatsional denganTema “21 Century Teaching Skills/ Keterampilan Mengajar Abad 21”. 

Pendidkan Abad 21 memnuntut guru dapat membantu siswau nntuk mencapai tiga komponen pendidikanyaitu: (1) Karakter (Moral dan Kinerja); (2) Kompetensi (Kritis, Kreatif, Komunkiatif, dan Kolaboratif); dan Literasi (Literasibaca, lulis, hitung, dan literasi digital). Oleh karenanya guru dituntut untuk selalu belajar, memperbarui informasi, dan membaca kondisi kekinian yang terjadi di masyarakatsekitar dan dunia. Diperlukanpelatihan-pelatihan dan kegiatan-kegiatanbaik formal dan informal yang dapat meng-upgrade kampuan guru. Untuk mejawab tantanganini, MGMP Bahasa Inggris Batanghari secara berani mengadakan Seminar Internasional yang diadakan di Kabupaten Batanghari, Jambi.

Pemateri utama pada seminar ini adalah Robert Lurie. Robert yang selain bekerja di Michigan State University, beliau juga adalah seorang guru di Waverly High School. Mr. Lurie bukan hanya memahami teori tentang konsep Education 4.0 namun beliau juga memahami secara praktis, karena beliau juga sehari-hari bekerja sebagai guru Sosial Studies. Setiap musim Panas ia selalu mengikuti kegiatan pengajaran di berbagai negara di Asia dan Afrika, sehingga membuat Robert sangat kaya akan wawasan pendidikan Internasional.

Kegiatan seminar ini bukan hanya memberikan kesempatan untuk mendegarkan Key Note Speech dari Robert Lurie (Session Director of LATTICE-Linking All Types of Teachers to Cross-cultural Education, Michigan State University), namun juga memberikan kesempatan bagi para guru, dosen, dan akademisi untuk menjadi presenter dengan memaparkan makalahnya pada sesi Parallel Speakers. 

Output dari kegiatan ini diharapkan: (1) Akan tercipta pemahaman akan pentingnya mengajar yang berorientasi pada Education 4.0; (2) Lahirnya jaringan guru yang dapat membentuk Professional Development, yang bertemu rutin minimal setiap bulan untuk sama-sama belajar mengembangkan diri dalam menghadapi pendidikan abad 21; (3) Meningkatkan kualitas guru terutama kecakapan digital dalam memenuhi tuntutan abad 21 yaitu Karakter, Kompetensi, dan Literasi.

Sumber : Dion Ginanto, S.Pd., MA., Ph.D

Editor : Yl, Photo by : MK